Death of Love: Puisi Al. Wise Nustin

Ilustrasi 


Death of Love

Maaf, mungkin tak pantas
Kukirimkan sepenggal cerita ini
Tentang bunga hati
yang masih mekar hingga kini.

Yeah,, aku tahu
Engkau bukan lagi seluruhnya aku
Tapi cobalah!
Sendengkanlah telingamu sebentar saja
Tuk cecap sajak ceritaku!

Wahai  engkau
Yeah kamu
Tahukah kamu hahwa mencintaimu hingga detik ini?
Adalah panggilan terdalam jiwaku
Setiap mimpi
Setiap embusan napas
Bahkan setiap terlelap dan bangunku.

Adalah kamu
Jujur aku tak tahu
Bagaimana ku menghapus semua bayang tentangmu
dan membutakan hati agar tak lagi mencinta?
Sungguh mencintaimu
Is my great madness
Entahlah mengapa rasa ini begitu hebatnya?
Mengapa aku sampai selarut ini?
Mungkin takdirku adalah mencintaimu sampai gila...)***

More than Love

Oh perasaanku
Entahlah
Bagaikan misteri
Ia tak pasti
Jiwa ini  pun letih lesu tanpa daya
Sel-selku sudah tersekat
Dengan untaian rasa yang kala itu
Kau telah rajuti dalam jiwa ini

Aku di sepuluh Februari
Menghempas diri  ke samudera asmara
Karena kuingin tenggelami jiwa ini
In your love and will more than love.)***

Al. Wise Nustin, mahasiswi Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang, Banten.

Previous article
Next article

1 Comments

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel