Demi Merayakan Natal, Umat Katolik Stasi Nggilat Rela Arungi Lautan

Foto: ist.

 

Terasvita.com– Dalam sebuah video berdurasi 21 detik, yang tersebar luas di WAG, Kamis, 24 Desember 2020, tampak sebuah perahu motor berlayar pelan di Laut Nggilat, Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupateng Manggarai Barat, NTT.

Ombak di sekitarnya pun tampak bersahabat. Teduh. Sementara di langit tampak awan gelap, kendati tidak terlalu pekat. Masih ada berkas-berkas cahaya yang memungkinkan orang-orang melihat secara jelas aneka pemandangan yang tampak dalam video tersebut.

Perahu motor itu membawa puluhan orang: tua dan muda, laki dan perempuan. Berangkat dari Lamba Nanga, Nggilat menuju Bari, Ibu Kota Kecamatan Macang Macar, perahu motor itu membawa umat dari Stasi Nggilat untuk bisa merayakan Natal.

Mereka membawakan koor pada Misa Malam Natal, Kamis 24 Desember 2020, di Gereja Katolik St. Martinus, Bari, Keuskupan Ruteng, Flores, yang terletak di jalur pantai utara (Pantura) Flores.

Elias Jani, tokoh di stasi tersebut, kepada Terasvita.com, mengatakan, dua pekan belakangan agak mencemaskan karena curah hujan tinggi, namun semangat umat untuk ikut Misa Natal sangat luar biasa.

"Semangat umat merayakan Natal tahun ini luar biasa," kata Jani, sapaannya, via Whatapp, "nyawa menjadi taruhan di tengah lautan karena getaran gelombang yang tiada hentinya menerpa boby motor laut."

"Inilah kenyataan yang harus kami lalui,'' tambahnya.

Sementara itu, Redinsius Umba, warga Nggilat di diaspora Makasar, mengatakan, pemandangan seperti ini terjadi hampir setiap tahun. 

“Setiap tahun kami biasa merayakan Natal di Bari dengan perahu motor karena ke kampung kami belum bisa dilalui kandaraan darat.”

Redin, sapaannya, menambahkan, saudara-saudara di kampung halamannya sangat kompak dalam melayani termasuk membawakan koor pada perayaan besar seperti pada Malam Natal tahun ini.

Kekompakan itu, ujar Redin, karena dorongan dan semangat beberapa tokoh yang pernah mengenyam dan mencicipi kehidupan membiara. Juga dorongan dari tanah misi dua imam asal Kampung Nggilat, Pater Kons SVD dan Pater Karni SVD, agar umat terlibat aktif dalam hidup menggereja.

“Satu kali komando, semua meninggalkan kampung untuk menyambut Sang Juru Selamat,” kata Redin, Kamis, 24 Desember 2020, siang.

“Hati dan perasaanku sangat terharu melihat pengalaman iman dari saudara kita di Stasi Nggilat,” kata Petrus Sudin, umat Stasi Nggilat di diaspora Jakarta, di WAG “Sa Mukang Ite Ata Rego”, beberapa menit seusai video itu diunggah.

Rian Safio

Previous article
This Is The Newest Post
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel