HEADLINE NEWS

75 Tahun Bom Hiroshima, Paus Fransiskus Minta Semua Orang Letakkan Senjata


Terasvita- Senjata nuklir tidak kompatibel dengan upaya mengembangkan perdamaian, kata Paus Fransiskus dalam sebuah surat kepada Hiroshima untuk menandai peringatan 75 tahun penyerangan dengan bom atom yang meluluhlantakkan kota itu oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945.

“Agar perdamaian berkembang, tidak ada hal lain selain semua orang harus meletakkan senjata terutama senjata yang paling kuat dan merusak: senjata nuklir yang dapat melumpuhkan dan menghancurkan seluruh kota, seluruh negara,” kata Paus Fransiskus dalam sepucuk surat kepada Gubernur Hiroshima, Hidehiko Yuzaki, seperti dilansir CNA.

Paus mengatakan kunjungannya ke Monumen Perdamaian Hiroshima dan ke Hypocenter Park di Nagasaki pada tahun lalu memungkinkan dia untuk merenungkan "tentang kehancuran kehidupan manusia dan harta benda yang ada di kedua kota tersebut selama hari-hari perang yang mengerikan pada tiga perempat abad yang lalu."

“Sama seperti waktu saya datang ke Jepang sebagai peziarah perdamaian pada tahun lalu, saya terus menyimpan dalam hati kerinduan orang-orang di zaman kita, terutama orang-orang muda, yang haus akan perdamaian dan berkorban untuk perdamaian,” kata paus.

“Saya juga membawa teriakan orang miskin, yang selalu menjadi korban pertama dari kekerasan dan konflik,” tambahnya.

Dalam suratnya, Paus Fransiskus mengulangi kata-katanya di Nagasaki pada tahun 2019, bahwa "penggunaan bom atom dalam perang itu tidak bermoral."

Semoga suara kenabian dari para penyintas hibakusha di Hiroshima dan Nagasaki terus menjadi peringatan bagi kita dan generasi mendatang!” ujar paus.

“Kepada semua yang bekerja untuk rekonsiliasi, kami mengulang kata-kata pemazmur ini: ‘Karena rasa cinta dari saudara-saudaraku, aku berkata: Damai bagimu!'”

Paus Fransiskus beberapa kali mengutuk penggunaan senjata nuklir, termasuk dalam pesan video ke Jepang menjelang kunjungannya tahun 2019.

Menyebut penggunaan senjata itu "tidak bermoral," katanya dia berdoa agar senjata itu tidak akan pernah digunakan lagi.

Jepang "sangat menyadari penderitaan yang disebabkan oleh perang," kata paus. “Bersama Anda, saya berdoa agar kekuatan destruktif senjata nuklir tidak akan pernah dilepaskan lagi dalam sejarah manusia. Menggunakan senjata nuklir itu tidak bermoral."

Rian Safio. Sumber: Catholic News Agency

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *