HEADLINE NEWS

Sdr. Oskar Cremers OFM: Prefek Apostolik Pertama Prefektur Holandia



Terasvita.com - Sdr. Oskar Cremers OFM adalah seorang misionaris Fransiskan di Prefektur Holandia (Keuskupan Jayapura-red). Ia lahir di Kota Oss – Belanda, pada 10 Desember 1898. Nama lengkapnya Antonius Aloysius Gerardus Cremers. Ia dibesarkan dalam keluarga Katolik yang saleh. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halamannya di kota Oss.
Pada masa mudanya, ia berkeinginan menjadi guru. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Oskar Cremers masuk sekolah pendidikan guru dan ia berhasil mendapat nilai yang memuaskan. Namun, ternyata Tuhan mempunyai rencana lain untuk seorang Oskar Cremers.
Pada tahun 1921, Oskar Cremers masuk Ordo Fransiskan dan menjadi seorang frater muda yang siap menekuni panggilannya sebagai seorang Saudara Dina. Empat tahun kemudian, Sdr. Cremers mengikrarkan kaul kekal. Pada 1928, Sdr. Cremers ditahbiskan menjadi imam dalam persaudaraan Fransiskan Belanda.
Bermisi ke Indonesia
Beberapa tahun setelah ditahbiskan, ia berangkat ke Indonesia. Ia mulai bertugas di Batavia (sekarang dikenal dengan Jakarta) dan Jawa Barat. Pada saat itu, kegiatan misi Katolik di Indonesia masih focus untuk umat Belanda yang Katolik dan beberapa umat Indonesia yang sudah menjadi Katolik. Usaha untuk mendapatkan umat baru, belum menjadi tujuan utama.
Pada waktu Perang Dunia II, Sdr. Oskar Cremers OFM ditangkap oleh tentara Jepang. Ia dipenjara di kamp-kamp tahanan buatan Jepang. Setelah dibebaskan dari kamp tahanan, Sdr. Oskar Cremers OFM kembali lagi ke tanah Jawa melanjutkan karya misi yang diembannya. Namun, untuk kedua kalinya ia ditangkap oleh penjuang-pejuang revolusi Indonesia. Ia dianggap sebagai acaman bagi perjuangan revolusi Indonesia. Pengalaman ditangkap itu tidak membuat semangatnya mewartakan Injil luntur. 
Pada 1947, Sdr. Oskar Cremers OFM dipindahtugaskan dari tanah Jawa ke Neiuw – Guinea (sekarang dikenal dengan Papua). Mutasi ini kerana ia ditunjuk menjadi Superior Regularis Ordo Fransiskan di Papua. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 03 Juni 1949, Sdr. Oskar Cremers OFM ditunjuk oleh Sri Paus sebagai Prefek Apostolik yang pertama untuk Prefektur Holandia (sekarang dikenal dengan Keuskupan Jayapura) (lih.. Jan Sloot, “Fransiskan Masuk Papua Jilid I,” 2012, hlm. 295).
Pulang ke Negeri Belanda
Pada 16 April 1956, setelah selama sembilan tahun menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk perkembangan Gereja Katolik di wilayah Prefektur Holandia, Sdr. Oskar Cremers OFM memutuskan untuk meninggalkan Papua. Ia kembali ke Belanda, negeri asalnya.
Di Belanda, ia bertugas sebagai rektor dalam biara suster-suster Klaris di Hengelo (Belanda). Kemudian, ia pindah dan tinggal di Dindam. Beberapa tahun tinggal di situ, akhirnya ia memutuskan untuk berpindah ke Gendringen untuk menghabiskan hari tuanya.
Sdr. Oskar Cremers, OFM meninggal di Gendringen (Belanda) pada 21 Februari 1988, pada usia 89 tahun. Ia menjadi Fransiskan selama 66 tahun, berkarya di Indonesia (Jawa) selama 13 tahun dan Neiuw – Guinea (Papua) selama 9 tahun. Sdr. Oskar Cremers OFM dikenal dengan pribadi yang patang menyerah dan pekerja keras (bdk. ”Riwayat hidup Sdr. Oskar Cremers OFM”, dalam: Necrologium Provinsi Fransiskus Duta Damai Papua, 2020, hlm.7-8).
Karya dan Peran Sdr. Oskar Cremers OFM
Sembilan tahun berkarya di bumi Cenderawasih boleh dikatakan periode yang singkat.  Namun, dalam waktu yang relatif singkat ini. Sdr. Oskar Cremers OFM patut disebut sebagai tokoh perintis yang sangat berperan pada awal perkembangan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Jayapura. Kita akan melihat sedikit tentang usaha dan trobosan yang dilakukan oleh Sdr. Oskar Cremers OFM dalam berbagai kegiatan gerejawi.
Teringat akan cita-citanya awalnya sebagai seorang guru, maka sebagai seorang imam Fransiskan ia banyak menghabiskan waktunya untuk dunia pendidikan. Melihat situasi pendidikan yang terjadi di Papua saat itu, dengan segala kemampuan dan ketekunannya, Sdr. Oskar Cremers OFM mulai mendirikan sekolah-sekolah, baik di daerah perkotaan maupun daerah pedalaman.
Di Dok V – Jayapura, Sdr. Oskar Cremers OFM mendirikan SD Kristus Raja. Di Abepura, ia mendirikan H.B.S (Hogere Burger School), sekolah setara SMA yang pertama di Jayapura. Di Sorong, ia mendirikan LSA, LSB, dan MULO (Beaufort ann Cremers OFM, 04 Maret 1950, hlm. 86).
Di Fak-Fak, mendirikan berbagai pusat pendidikan dan pusat kader, seperti: VVS, ODO (Sekolah Pendidikan Guru), Sekolah Pertanian, bahkan juga diusahakan pra pendidikan untuk calon-calon imam pribumi. Di Epouto, ia mendirikan Pusat Kebudayaan dan Perkebunan. Sedangkan, di Keerom, Kepala Burung, Mimika, dan Paniai juga diberikan perhatian apostolis dan perhatian sepenuhnya dari Sdr. Oskar Cremers, OFM.
Ia juga berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendirikan Yayasan Pers Katolik dengan mingguan TIFA-nya, sebagai media komunikasi di Irian Jaya kala itu. Media ini bukan hanya ditujukan kepada umat Katolik yang ada di Irian Jaya, tetapi juga terbuka untuk kalangan umum di luar lingkup Gereja Katolik, termasuk Pemerintah Daerah.
Di samping pelayanan yang cukup banyak untuk dunia Pendidikan, Ia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai iman Fransiskan dan juga Prefek Apostolik yang memperhatikan imam-imam yang berkarya di paroki. Hal ini cukup terbukti dari instruksinya kepada para pastor paroki mengenai kewajiban membuat laporan bulanan secara global dan terperinci serta teratur tentang keadaan paroki. Misalnya tentang: kehadiran umat dalam perayaaan-perayaan di gereja, kebiasaan mereka untuk menerima komuni dan sakramen-sakramen yang lain, aktivias muda-mudi yang mendapat perhatian khusus dari pastor paroki, jumlah katekumenat dan persiapan permandian, pelajaran agama oleh pastor dan guru-guru agama yang menjadi rekan kerja pastor, kunjungan pastor kepada umat, kunjungan pastor kepada pasien di rumah sakit dan kunjungan narapidana di lembaga pemasyarakatan.
Masih banyak hal lain yang ditunjukan dan dibuat oleh Sdr. Oskar Cremers OFM selama ia berbakti sebagai misnionaris di Tanah Papua. Ia seorang biarawan Fransiskan, imam dan Prefek Apostolik yang banyak meninggalkan jejak
yang harus diterus di Tanah Papua (bdk. “Tifa Jaya”, No. 227 Desember 1987, hlm. 10).
Sdr. Vredigando Engelberto Namsa OFM, Biarawan Fransiskan Provinsi Fransiskus Duta Damai Papua – Tinggal di Papua.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *