Hari Bumi 2020: Sajak-sajak untuk Ibu Bumi

Gambar: https://thematthewsgroup.com 

KATANYA...

Suatu ketika
Pas lagi sejengkal gerimis terakhir di seduh tanah
Saat itu saya rasa masih muda untuk lekas jadi tua
Tapi rasaku diracuni bencana
Sebab, pagiku selalu berkisah tentang bumi
Yang katanya sudah terlalu tua
Tak merahimkan kehidupan.

PETUAH SI PETANI BUAH
Menjadi petani yang baik itu sederhana
Taburlah benih pepaya, karena bisa dapat buah tangan.
Kawinkan bunga kasih, karena bisa hasilkan buah hati.
Rawatilah kedermawanan, karena bisa dapat buah rahmat.
Tetapi...
Jika taburkan kengawuran, kawinkan kemunafikan, rawat kemalasan
Kelak kita akan petik buah bibir.
Yang terakhir ini petaka, bisa jadi wabah.)***
Dewi Juman, mahasiswi pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel