HEADLINE NEWS

Tapak Jejak Perjalanan Sang Gembala

Gambar: OBOR  

Terasvita - Perjalanan manusia merenangi sejarah menjadikan hidup manusia amat kaya: pengalaman, pengetahuan, kebijaksanaan hidup, dll. Aneka peristiwa hidup yang dialami kemudian diterima dan diolah sebagai peristiwa iman yang di dalamnya Allah bekerja dan hadir menyertai.
Pada akhirnya, ketulusan, keuletan, dan kesetiaan mengolah aneka peristiwa hidup itu menghasilkan aneka buah yang tidak saja berguna diri sendiri dan keluarga dekat, tetapi juga bagi banyak orang. Begitulah hidup yang mau “dipecah-pecahkan” dan “dibagi-bagikan” oleh Tuhan untuk menjadi “santapan” bagi banyak orang.
Buku “Dengarkanlah Uskupmu…” menyibak perjalanan hidup terutama perjalanan 20 tahun episkopat Sang Gembala Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Di dalamnya mengurai secara lugas dan luwes tentang seorang Agus yang hidupnya “dipecah-pecahkan” dan di “dibagi-bagikan” untuk banyak orang di Tanah Borneo (Keuskupan Sintang, 2000-2014 dan Pontianak, 2014-sekarang).
Kesiapsediaannya untuk tugas di wilayah-wilayah sulit, bakatnya dalam bernyanyi dan memasak, keluwesannya dalam bergaul dengan berbagai kalangan, cita-citanya membangun Gereja yang  mandiri adalah tanda yang “memeteraikan” seseorang yang hidupnya sungguh mau dibaktikan untuk Tuhan.
“Saya mengistilahkan jangan hanya di rumah, harus pergi ke pasar karena di sana ada pedagang, ada pencopet, ada orang yang cari makan dan Gereja  harus bisa menangkap fenomena itu dan itu realita hidup. Meskipun saat pergi ke realita hidup itu tantangannya sangat besar. Bisa saja ketika kita di pasar, kita menjadi sasaran tembak, tapi itu risiko” (hlm. 135).
Pelantun “Mak Odop”  itu adalah anak kedua dari 8 bersaudara. Dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang masih kental dengan budaya Dayak. Ayahnya soerang Panglima Perang dan ibu seorang perempuan ugahari dari Desa Lintang Pelaman. Latar itu menempa dan menyiapkan Mgr. Agus menjadi pribadi yang tegar menghadapi segala bentuk rintangan.
Makna kekinian dari ”panglima” adalah menjadi seorang pemimpin sejati, yang pertama-tama berpikir, berbuat, dan bertindak untuk kepentingan masyarakat. Benih kepemimpinan dalam dirinya telah ada dan mengalir. Tinggal diimplementasikan dalam situasi dan kondisi yang tepat (hlm. 47).
Hal lain yang disitir dalam buku yang ditulis Marsi Sareb Putra ini adalah sejarah singkat misi  dan perjalanan Gereja di Tanah Borneo khususnya Keuskupan Agung Pontianak. Juga, menyinggung para gembala pendahulu yang telah mencurahkan hidup mereka untuk keuskupan tersebut. Hal tersebut memberikan kepada pembaca latar “ruang dan waktu” di mana sang gembala yang ditahbiskan menjadi uskup pada 6 Februari itu tumbuh dan berkembang dan mencurahkan hidupnya untuk menggarami Tanah Borneo dengan Injil Kristus (bdk. hlm 11-17).
Dengan membaca buku yang diterbitkan Penerbit OBOR ini, mata pembaca akan tercelikan bahwasanya Tuhan berkarya di tengah-tengah umat-Nya melalui seorang gembala yang baik, yang menuntun kawanan gembalaannya ke padang rumput yang hijau dan sumber air yang tenang (Mzm. 23).
Selain itu, pembaca juga akan menemukan kisah keteladanan seorang gembala yang mau hidupnya “dipecah-pecahkan” dan dibagi-bagikan” untuk kemaslahatan banyak orang. Bahwasanya seorang pemimpin atau gembala umat dituntut pandai membangun komunikasi di semua level, sedemikian rupa, dengan cara dan gayanya, seiring perubahan dan tuntutan zaman. Bagaimana membawa pesan dari altar ke pasar agar diterima oleh semua khalayak tanpa kehilangan makna kekudusan.
Keutamaan-keutamaan itu tidak datang dengan sendiri. Akan tetapi, Mgr. Agus mengusahakannya secara terus menerus dalam dan melalui interaksi dengan banyak orang (umat, kolega uskup, para imam, biarawan/i, dan terutama dari keutuhan relasinya dengan Tuhan dalam Ekaristi kudus dan devosi-devosi (baca: Bab: Menurut Kamu, Aku Ini Siapa, hlm. 143-174).
Rian Safio- versi cetak tulisan  ini diterbitkan  di majalah HIDUP No. 6, Th. ke-74, 9 Februari  2020


Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *