HEADLINE NEWS

Tahun Baru dan Tuhan yang Selalu Menyertai

Hari-hari yang biasanya khusuk dengan pekerjaan, belajar, dan aneka kesibukan  lain sejenak berhenti dan "mengambil nafas" untuk sebentar masuk dalam euforia menyambut tahun yang baru.Gambar: ilustrasi.

Terasvita - Gebyar kembang api mewarnai setiap momen pergantian tahun. Atau,  anak kampung  seperti penulis, momen pergantian tahun diwarnai dengan dentuman menggelegar "meriam bambu".

Hari-hari yang biasanya khusuk dengan pekerjaan, belajar, dan aneka kesibukan  lain sejenak berhenti dan "mengambil nafas" untuk sebentar masuk dalam euforia menyambut tahun yang baru.

Di tengah euforia itu, ada sebagian orang (dan seharusnya  demikian) yang "menyepi" sebentar untuk berjumpa dengan dirinya sendiri dan Tuhannya: di sana terjadi dialog,  bercakap-cakap,  tanya jawab, dan bahkan perdebatan  sengit.

Bagaimana  kita di hari-hari yang lalu dalam tahun yang akan segara pamit dan kita tidak punya  kuasa untuk menahan lajunya? Apa dan siapa di balik keteguhan  kita menerobos belantara kehidupan ini?  Siapa yang mendorong  kita sehingga kita mampu mengarungi samudra kemungkinan hidup ini?

Dalam pergumulan  sederhana  dan singkat di akhir tahun: kita melihat diri kita di tahun yang akan segera berlalu  itu: Kita yang rapuh,  mudah putus  asa, mudah marah,  money oriented, dll; kita yang dicintai dan mencintai; kita yang telajang dan menelanjangi; kita yang  terasing dan mengasingkan, kita yang terluka dan melukai; dll.

Melampaui itu semua, di palung hati kita, entah sadar atau setengah sadar, kita menemukan Dia yang tak pernah berhenti  mencintai, mengasihi, dan rela turun dari singgasana Kerajaan Surga dan masuk dalam sejarah manusia yang rapuh. Dialah Imanuel, Allah beserta kita (Matius 1:23).

Senada dengan Sang Penginjil itu, Paulo Coelho,novelis kondang asal Brasil, dalam "The Winner Stand Alone, menulis: "Jangan lari Nak! Kau takkan bisa melarikan diri dalam dua hal paling penting dalam kehidupan  setiap manusia:Tuhan dan kematian" (2008:60).

Tuhan bermukim di hati setiap kita: pendosa atau orang yang hidup suci. Dia menyertai  kita dan selalu berbisik tentang kebenaran dalam dan melalui  nurani kita,  dan atau melalui orang-orang yang hadir dan berjalan  bersama kita;  dan atau dalam dan melalui saudara dalam keterciptaan kita: angin, hujan, kabut,  badai,  matahari,  air,  udara,  api,  maut, dll (bdk. Fransiskus Assisi,  Kidung Saudara Matahari).

Tahun Baru dan Harapan

Momen tahun baru juga adalah kesempatan  kita untuk membuat litani harapan,  baik untuk hidup pribadi,  keluarga, tempat kerja, dll. Kita berharap  di tahun yang akan datang menjadi semakin manusiawi,  keluarga  sehat dan bahagia,  tempat kerja kita berkembang agar upah semakin naik dan kita bernyanyi, "Semua Bunga Ikut Bernyanyi".

Atau,  untuk mereka yang belum mendapatkan  pasangan hidup mengharapkan agar mereka segera berjumpa dan menjalin kasih dengan orang yang tepat dengan kadar cinta yang berlimpah ruah; masa lajang berakhir dan tidak lagi menjadi,  meminjam istilah Chairil Anwar, binatang jalang dari kaum terbuang.

Harapan-harapan itu bukanlah sebuah kenaifan, seperti cerita Si Cebol yang merindukan bulan. Akan tetapi, kita menemukan dasar dari harapan-harapan itu pada iman kita akan Imanuel, Tuhan berserta kita,  yang kita rayakan dalam perayaan Natal. Tuhan menyertai kita.

Tentang Tuhan yang setia menyertai itu,  Pemazmur menyatakan kekagumannya. "Ya Tuhan,  apakah manusia itu,  sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia sehingga engkau memperhitungkannya? Manusia sama seperti  angin,  hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat (Mzm. 144:3-4).

Hanya saja, cara kerja rahmat Tuhan itu selalu mensyaratkan usaha-usaha manusiawi kita; Tuhan tidak menciptakan kita seperti arloji yang berjalan secara mekanik,  tetapi Ia menciptakan kita dengan akal budi dan kehendak, bahkan di hadapan kebebasan  kita,  Allah ( hanya) berharap kita memilih keselamatan bukan kutuk (bdk. Adrianus Sunarko OFM,  2013).

RSF-Teras Kost,  Pramuka Sari 3, No. 12, Jakarta Pusat.





Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *