HEADLINE NEWS

Gereja Katolik Meragi Nusantara

 Gambar: OBOR
Terasvita - “GEREJA YANG ADALAH RAGI: Peta Eklesiologi Menurut Dokumen KWI” merupakan persembahan dari Komisi Teologi Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi Teologi KWI). Diterbitkan oleh Penerbit OBOR pada tahun 2019  dengan tebal XII + 105 halaman.
Karya intelektual yang diedit Leo Samosir OSC ini menyajikan, mendalami, dan memberi arah baru perihal kiprah Gereja Katolik Indonesia dalam upaya meragi bumi Nusantara dengan nilai-nilai Injil yang inklusif dan menyentuh dengan situasi riil bangsa.
Dalam artikel pertama yang ditulis Dr. George Kirchber diutarakan bahwa sejak awal berdirinya KWI, misi merupakan bagian integral kehadiran Gereja. Misi Gereja Katolik Indonesia itu amat khas, yakni secara konkret dalam bentuk partisipasi pembangunan bangsa yang didasarkan pada Pancasila dan pada hakikat misi Yesus yakni cinta kasih dan perhatian bagi sesama dari segala golongan dan lapisan masyarakat dengan tekanan istimewa pada mereka yang berada di pinggiran masyarakat (hlm. 13).
Selanjutnya, dalam artikel kedua yang ditulis Prof. Dr. Eddy Kristiyanto, mengupas secara lebih khusus misi Gereja di bidang pendidikan. Dari dokumen-dokumen KWI yang diteliti Prof. Eddy, sapaannya, bidang pendidikan merupakan konsern atau fokus utama Gereja Katolik Indonesia. Hal itu terbukti dengan berdirinya kantor khusus urusan pendidikan. Misi dalam bidang pendidikan ini memperlihatkan pola eklesiologis Gereja Katolik Indonesia yang dinamis (hlm. 50). Di sana Gereja hadir secara nyata bagi bumi Nusantara dalam upaya pembangunan yang berhubungan dengan karakter, moral, dan kemanusiaan yang holistik (hlm. 51).
Misi Gereja yang tak kalah penting juga adalah dalam bidang sosial-ekonomi. Sejauh studi D. Bismoko Mahamboro atas  Surat-surat Gembala dan Nota Pastoral yang dikeluarkan KWI, dalam artikel ketiga, Gereja Katolik Indonesia hadir bersama umat dalam membangun kesejahteraan ekonomi. Lahirnya Aksi Puasa Pembangun (APP), Credit Union (CU), dll merupakan bukti dari upaya konkret Gereja dalam bidang tersebut. Wujud keterlibatan sosial, khususnya dalam merespon persoalan sosio-ekonomi, hingga saat ini telah beragam, juga ketika prinsip-prinsip Ajaran Sosial Gereja (ASG), seperti kesejahteraan bersama, solidaritas, subsidiaritas, dan martabat manusia, tidak selalu disadari menjadi dasar gerakan (hlm. 86).
Sementara itu, artikel terakhir dari buku setebal 105 halaman ini, menguraikan tentang peran Gereja dalam bidang komunikasi sosial. Sejauh pembacaan Dr. Leo Samosir OSC atas Surat Gembala 1993, dikatakan bahwa Gereja memandang alat komunikasi sosial sebagai sarana pewartaan iman dan nilai-nilai. Gereja memandang kehadiran alat komunikasi sosial itu membawa dampak posistif  (tanpa mengabaikan sisi negatifnya) bagi pewartaan iman dan penyebarluasaan nilai-nilai kehidupan. Kesadaran itu melahirkan usaha, seperti mendirikan pemancar radio dan membuat majalah paroki. Usaha lain yang tak kalah penting adalah  KWI membentuk Komisi Komunikasi Sosial yang menjadi tangan kanan KWI agar pengelolaan sarana komunikasi sosial didukung oleh pengetahuan dan keterampilan.
Catatan Akhir
“GEREJA YANG ADALAH RAGI” merupakan referensi andal yang mengingatkan seluruh umat Katolik Indonesia akan kehadiran nyata Gereja Katolik Indonesia di bumi Nusantara ini. Gereja Katolik Indonesia dalam segala dinamikanya sudah, sedang, dan terus berupaya meragi bumi Nusantara ini dengan spirit Injil, yaitu sukacita dan mewartakan dan mengupayakan pembebasan.
Dokumen-dokumen seperti Surat-surat Gembala dan Nota-nota Pastoral merekam dengan baik aras misi Gereja di bumi Nusantara yang plural dan terbelit persoalan kemiskinan dan juga kebodohan.
Oleh karena itu, buku ini penting untuk menjadi bahan bacaan semua warga Gereja Indonesia (hierarki dan awam). Darinya bisa ditemukan inspirasi untuk untuk semakin menancapkan nilai-nilai injili di bumi Nusantara.
(Rian Safio/ versi cetak tulisan ini dipublikasikan di HIDUP, 4 Januari 2020)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *